BALIKPAPAN, – Kota Balikpapan memboyong dua penghargaan dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Dalam ajang tersebut, Balikpapan meraih Juara II TPID Award 2026 untuk wilayah Kalimantan kategori TPID Kabupaten/Kota berkinerja terbaik. Sementara Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) juga mencatat prestasi dengan meraih peringkat II TP2DD terbaik tingkat kabupaten di wilayah Kalimantan.
Untuk kategori TPID terbaik, posisi pertama diraih Kota Tarakan dan peringkat ketiga ditempati Kota Pontianak. Balikpapan berhasil masuk tiga besar setelah bersaing dengan 20 kabupaten/kota lainnya yang menjadi daerah penyusun Indeks Harga Konsumen (IHK) di wilayah Kalimantan.
Capaian tersebut salah satunya didukung realisasi inflasi Balikpapan pada 2025 sebesar 2,71 persen secara tahunan (yoy), masih berada dalam sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen plus-minus 1 persen.
Kinerja TPID Balikpapan dilakukan melalui penguatan strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif.
Sejumlah program yang dijalankan antara lain penguatan pasokan pangan, stabilisasi harga komoditas strategis, kerja sama antardaerah, Gerakan Pangan Murah, pasar murah, operasi pasar, serta monitoring harga dan pasokan.
Selain itu, TP2DD Balikpapan meraih peringkat III terbaik tingkat kota dan kabupaten dalam Championship TP2DD 2026. Sementara PPU menempati peringkat II TP2DD terbaik tingkat kabupaten di wilayah Kalimantan.
Penghargaan tersebut menjadi indikator capaian pemerintah daerah dalam mendorong elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, termasuk perluasan transaksi nontunai, digitalisasi penerimaan dan belanja daerah, pembayaran pajak dan retribusi secara digital, serta penguatan integrasi data dan sistem.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Balikpapan dan Pemerintah Kabupaten PPU atas komitmen menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mempercepat digitalisasi.
“Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus memperkuat inovasi, kolaborasi, dan implementasi berbagai program strategis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Robi.
Menurutnya, penghargaan tersebut bukan hanya bentuk apresiasi atas kinerja yang telah dilakukan, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kualitas program secara berkelanjutan.
Pada sisi pengendalian inflasi, penguatan akan diarahkan pada pemetaan sumber tekanan harga secara dini, ketahanan pasokan pangan, konektivitas distribusi, kerja sama antardaerah, serta program stabilisasi harga yang tepat waktu dan sasaran.
Sementara pada sektor digitalisasi, TP2DD akan terus mendorong elektronifikasi transaksi pemerintah daerah secara end-to-end, termasuk optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Keberhasilan pengendalian inflasi dan digitalisasi daerah pada akhirnya diharapkan memberikan manfaat yang semakin nyata bagi masyarakat,” ujar Robi. (ydar)






