Beda Eau de Toilette, Eau de Parfum, dan Extrait de Parfum, Mana yang Paling Tahan Lama?

Jenis Parfum Menurut Tingkat Ketahanan Baunya

Lifestyle274 Views

Borneonusantara.com – Ritual semprot parfum sebelum keluar rumah itu udah jadi kebiasaan modern yang wajib hukumnya. Tapi satu hal yang bikin galau di toko wewangian: tulisannya mirip-mirip tapi harganya beda jauh. Eau de Toilette, Eau de Parfum, Extrait de Parfum.

Mereka ini seperti tiga saudara kandung yang punya karakter beda-beda, tapi sering bikin konsumen salah paham.

Aromanya bisa mirip, botolnya sama-sama elegan, tapi durasi dan intensitasnya? Nah, itu yang jadi pembeda utama. Sayangnya, masih banyak yang asal pilih karena cuma lihat merk atau diskon. Akhirnya? Wangi ilang dalam dua jam, dompet ikut nangis.

Eau de Toilette: Si Ringan yang Fleksibel

Eau de Toilette, atau sering disebut EDT, adalah jenis parfum dengan konsentrasi minyak wangi sekitar 5–15%. Wanginya ringan, segar, dan cocok buat kamu yang butuh aroma simpel sehari-hari. EDT biasanya bertahan antara 3 sampai 5 jam—cukup ideal untuk aktivitas pagi sampai siang.

“Eau de Toilette diciptakan untuk mereka yang aktif dan menginginkan kesegaran yang cepat tapi tidak terlalu menyengat,” ungkap perfumer senior, Lia Kristiani, dalam wawancara majalah fashion lokal.

Jadi, buat kamu yang ngantor dari pagi dan butuh kesegaran sampai coffee break, EDT bisa jadi solusi tanpa mengganggu hidung rekan kerja.

Eau de Parfum: Wangi Lebih Dalam, Tahan Lebih Lama

Naik level sedikit, ada Eau de Parfum (EDP). Parfum ini punya konsentrasi lebih tinggi, sekitar 15–20%. Artinya, wanginya lebih kuat, lebih kompleks, dan bisa bertahan hingga 8 jam atau bahkan lebih tergantung jenis kulit.

EDP cocok dipakai untuk acara penting, momen malam hari, atau saat kamu ingin tampil elegan dan “berbekas” secara aroma. Wanginya biasanya punya lapisan-lapisan yang akan muncul seiring waktu—mulai dari top notes, middle notes, sampai base notes.

Nggak heran kalau EDP sering jadi pilihan para profesional atau penggemar wewangian sejati. Ia bukan sekadar wewangian, tapi pernyataan gaya dan karakter.

Extrait de Parfum: Raja di Antara Segala Parfum

Extrait de Parfum atau biasa disebut Parfum saja, adalah level tertinggi di dunia pewangi. Konsentrasinya bisa mencapai 20–30%, dan daya tahannya bisa seharian penuh bahkan lebih. Satu semprotan cukup untuk bikin kamu tercium dari jarak beberapa meter dalam arti positif, ya!

Jenis ini biasanya dijual dalam botol kecil dan harganya bisa bikin kaget. Tapi kalau kamu cari aroma signature yang eksklusif dan awet, Extrait de Parfum adalah jawaban. Cukup setitik di titik nadi dan kamu bisa “membawa” kesan kuat ke mana pun kamu pergi.

Menurut pengamat industri kecantikan, Ardi Mahendra, “Extrait de Parfum adalah seni. Ia bukan sekadar produk, tapi interpretasi personal terhadap aroma.”

Lebih dari sekadar kadar minyak, pilihan antara EDT, EDP, atau Extrait adalah soal gaya hidup. Ada yang nyaman dengan EDT karena ringan dan nggak mengintimidasi. Ada juga yang percaya diri pakai EDP setiap hari sebagai bagian dari persona. Dan ada pula yang memilih Extrait karena ingin eksklusif dan tampil beda.

Dunia parfum nggak melulu soal wangi semata, tapi bagaimana kamu menyampaikan energi, suasana hati, bahkan status sosial. Dari sini, aroma bisa jadi alat komunikasi non-verbal yang super ampuh.

Sekarang kamu nggak akan bingung lagi soal beda Eau de Toilette, Eau de Parfum, dan Extrait de Parfum. Pilih yang sesuai dengan kebutuhan, acara, dan kepribadianmu. Karena tiap semprotan parfum bukan cuma soal harum, tapi juga soal bagaimana kamu ingin dikenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *