Keripik Tempe AIQ Tembus Alfamidi, Usaha Rumahan Yuni Berkembang Pesat

Balikpapan, Konsumen
Post View : 14

Borneonusantara.com, Balikpapan – Berawal dari keinginan membantu perekonomian keluarga, Tri Wahyuni atau akrab disapa Yuni berhasil mengembangkan usaha keripik tempe rumahan hingga menjadi mitra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Alfamidi.

Merintis usaha sejak 2018, Yuni membuktikan bahwa ketekunan menjaga kualitas dan akses pemasaran yang tepat dapat membuka peluang bagi produk lokal untuk menembus pasar ritel modern.

Pada awal merintis usaha, pemasaran Keripik Tempe AIQ masih terbatas dari warung ke warung. Meski jangkauan pasarnya belum luas, Yuni konsisten menjaga kualitas produk agar mampu bersaing dan mendapatkan kepercayaan konsumen.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memilih pemasok bahan baku secara selektif. Yuni mempertahankan pemasok tempe tetap agar kualitas bahan yang digunakan dalam proses produksi tetap terjaga.

“Untuk bahan baku, saya memilih pemasok tetap dari sekian banyak pembuat tempe. Ini penting supaya kualitas hasil keripik tempe saya tetap terjaga,” ungkap Yuni.

Keripik Tempe AIQ menggunakan tepung tapioka dengan bumbu racikan yang menghasilkan cita rasa asin dan gurih. Menurut Yuni, produknya memiliki karakter rasa khas yang tidak meninggalkan sensasi kelat atau getir di tenggorokan setelah dikonsumsi.

Perjalanan usaha Yuni memasuki babak baru pada 2023. Melalui bimbingan dan fasilitasi Dinas Koperasi Bulungan, Keripik Tempe AIQ berhasil menembus jaringan ritel modern dan dipasarkan melalui gerai Alfamidi di wilayah Bulungan, Kalimantan Utara.

Kemitraan tersebut membuka peluang bagi produknya untuk menjangkau konsumen lebih luas. Perkembangan pemasaran juga terlihat dari peningkatan jumlah pasokan ke gerai Alfamidi.

Pada awal pemasaran, Yuni memasok delapan pieces (pcs) keripik tempe per toko. Seiring meningkatnya permintaan, jumlah pasokan kini mencapai 16 hingga 24 pcs per toko. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sekitar 100 hingga 200 persen dibandingkan pasokan awal.

Meningkatnya permintaan turut mendorong Yuni menambah kapasitas produksi. Dalam satu minggu, ia dapat melakukan produksi sebanyak dua hingga tiga kali untuk memenuhi kebutuhan pasokan.

Perkembangan usaha ini tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi orang lain. Usaha yang semula dikerjakan sendiri kini melibatkan karyawan untuk membantu proses produksi.

“Yang tadinya saya hanya seorang ibu rumah tangga biasa, sekarang bisa mandiri secara finansial dan memberi manfaat bagi orang-orang di sekitar,” ungkap Yuni.

Bagi Yuni, perkembangan tersebut menjadi pencapaian tersendiri. Usaha yang awalnya dirintis untuk membantu perekonomian keluarga kini berkembang menjadi sumber penghasilan sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Kisah Keripik Tempe AIQ menunjukkan bahwa produk lokal memiliki peluang untuk berkembang melalui konsistensi menjaga kualitas, pengembangan kapasitas produksi, dan akses pemasaran yang tepat.

Kehadiran produk tersebut di gerai Alfamidi juga menjadi salah satu upaya memperkenalkan produk lokal Bulungan kepada masyarakat yang lebih luas. Akses ke jaringan ritel modern memberikan kesempatan bagi UMKM untuk memperluas pasar di luar saluran pemasaran tradisional.

PT Midi Utama Indonesia Tbk, pengelola jaringan ritel Alfamidi, berkomitmen mendukung pengembangan UMKM melalui kemitraan pemasaran produk lokal. Upaya ini diharapkan membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnis, memperluas jangkauan pasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (Dng/**0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Deprecated: str_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u5299322/public_html/borneonusantara.com/wp-content/plugins/newkarma-core/lib/relatedpost.php on line 627

News Feed