BALIKPAPAN — Pembangunan gedung baru Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan memasuki tahap akhir dengan progres mencapai 90–95 persen menjelang penutup tahun 2025. Bangunan megah yang berada di Jalan Jenderal Sudirman ini digadang-gadang akan menjadi wajah baru lembaga legislatif kota sekaligus simbol pelayanan aspirasi publik yang lebih modern.
Ketua DPRD Balikpapan Alwi Al-qadri meninjau langsung proyek tahap ketiga pada Jumat (5/12/2025) lalu dan menyampaikan optimisme bahwa seluruh pekerjaan dapat dirampungkan sesuai jadwal. “Alhamdulillah, progresnya sudah 90 sampai 95 persen. Semua kegiatan proyek di Kota Balikpapan, termasuk gedung DPRD ini, harus selesai tepat waktu pada 30 Desember,” tegas Alwi.
Proyek bernilai sekitar Rp13,02 miliar ini dikerjakan oleh PT Murni Konstruksi Indonesia bersama konsultan PT ARSS Baru, dengan masa pelaksanaan selama 175 hari. Berdasarkan hasil koordinasi dengan penyedia jasa dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Balikpapan, penyelesaian konstruksi justru ditargetkan lebih cepat, yakni 20 Desember 2025, sehingga gedung dapat langsung digunakan pada awal 2026.
Selain menjadi fasilitas baru, Alwi menekankan pentingnya menjaga profesionalitas kerja. “Saya berharap kantor baru ini menjadi semangat baru bagi anggota DPRD Balikpapan untuk bekerja lebih maksimal memperjuangkan aspirasi masyarakat. Namun fasilitas baru jangan sampai membuat terlena dan mengabaikan tugas pokok,” ujarnya mengingatkan.
Saat ini pembangunan telah memasuki tahap finishing. Hampir seluruh material sudah berada di lokasi sehingga tidak lagi terkendala distribusi logistik dari luar daerah. Alwi memperkirakan bahwa dua minggu ke depan seluruh pekerjaan fisik tahap ketiga dapat diselesaikan.
Ia juga membuka peluang adanya tahap keempat pada tahun anggaran 2026, yang akan meliputi pengadaan furnitur, penyempurnaan interior, hingga rencana pembangunan area rooftop sebagai ruang tambahan.
Dengan semakin dekatnya peresmian gedung baru ini, masyarakat Balikpapan menaruh harapan besar agar kinerja legislator semakin responsif, transparan, dan dekat dengan warga—sejalan dengan peningkatan kualitas fasilitas kerja mereka.






