Balikpapan, – Kebijakan efisiensi anggaran Pemerintah Kota Balikpapan menuai sorotan dari masyarakat. Lampu penerangan jalan umum (PJU) di kawasan Balikpapan Baru dilaporkan menyala tanpa henti, bahkan pada siang hari, sementara di sejumlah wilayah lain justru banyak lampu tidak berfungsi.
Kondisi PJU menyala 24 jam tersebut terpantau di jalur utama Balikpapan Baru, mulai dari kawasan lapangan tenis, Bundaran Monyet, hingga sekitar Warung Jogja dan Mall Fantasi. Ruas jalan ini diketahui merupakan akses strategis yang kerap dilintasi pejabat daerah.
“Sudah lama lampu-lampu PJU di jalur utama Balikpapan Baru itu tidak pernah padam, siang tetap menyala. Ini tentu bertolak belakang dengan semangat efisiensi anggaran,” ujar Wakil Ketua LPM Graha Sejahtera Baru (GSB) Kecamatan Balikpapan Utara, Drs. H. Slamet Iman Santoso.
Ia menilai, kondisi tersebut seharusnya menjadi perhatian serius instansi terkait, khususnya Dinas Perhubungan sebagai pengelola PJU.
“Ini jalan utama yang setiap hari dilalui pejabat, termasuk Wakil Wali Kota. Harusnya cepat terdeteksi dan segera ditangani kalau memang ada gangguan,” tambahnya.
Di sisi lain, Slamet mengungkapkan adanya ketimpangan layanan PJU di wilayah Kelurahan Graha Sejahtera Baru. Puluhan lampu PJU di sejumlah RT dilaporkan tidak menyala dalam kurun waktu cukup lama.
“Di beberapa RT di GSB justru banyak lampu yang mati. Sudah dilaporkan ke kelurahan, dan pihak kelurahan juga sudah menyampaikan ke OPD terkait, tapi sampai sekarang belum juga ditangani,” katanya.
Menurutnya, laporan tersebut bahkan sudah disampaikan sejak sebelum bulan Ramadan hingga setelah Lebaran, namun belum mendapat respons cepat dari instansi terkait.
“Warga menunggu tindak lanjut cukup lama. Ini yang jadi keluhan, karena respons dari OPD dinilai lambat,” ujarnya.
Karena belum ada penanganan, sebagian warga akhirnya berinisiatif melakukan perbaikan secara mandiri. Salah satunya terjadi di RT 14 Wika, di mana perbaikan dilakukan dengan dukungan swadaya masyarakat.
“Ada RT yang akhirnya memperbaiki sendiri dengan bantuan warga yang mampu, karena tidak bisa terus menunggu,” jelas Slamet.
Ia berharap, pemerintah kota melalui OPD terkait dapat segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan PJU, baik dari sisi teknis maupun pemerataan layanan.
“Harapannya sederhana, jangan sampai di satu sisi lampu menyala terus siang malam, sementara di sisi lain justru banyak yang mati dan tidak segera diperbaiki,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Perhubungan Kota Balikpapan terkait penyebab PJU menyala 24 jam di Balikpapan Baru maupun tindak lanjut atas laporan lampu yang tidak berfungsi di sejumlah wilayah. (Ydar)






