Borneonusantara.co.id – Alfamidi memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui kolaborasi dengan Bank Sampah Bougenville. Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni menghadirkan tempat sampah terpilah untuk kategori organik dan anorganik di dua gerai Alfamidi di Balikpapan, Minggu (11/10/2026).
Dua gerai yang menjadi lokasi penempatan tempat sampah tersebut adalah Alfamidi S Parman dan Alfamidi A Yani 2. Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan sampah yang lebih terarah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya.
Branch Manager Alfamidi, Mulya Dwija, mengatakan pihaknya secara simbolis menyerahkan bantuan berupa dua jenis tempat sampah yang diperuntukkan bagi sampah organik dan anorganik. Bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap sistem pemilahan dan pengelolaan sampah yang diinisiasi Bank Sampah Bougenville.
Menurut Mulya, kerja sama ini tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas, tetapi juga mendorong pemanfaatan sampah agar memiliki nilai guna dan tidak langsung berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
“Melalui sinergi ini, sampah organik seperti limbah sisa potongan buah dari gerai Alfamidi akan dialihkan dan diolah menjadi pupuk kompos berdaya guna, alih-alih berakhir begitu saja di tempat pembuangan akhir,” kata Mulya.
Ia menjelaskan, pemisahan sampah berdasarkan jenisnya menjadi langkah awal yang penting dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik berpotensi dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang.
Dalam kolaborasi tersebut, sampah anorganik yang terkumpul akan dikelola dan didaur ulang menjadi berbagai produk kerajinan bernilai jual. Pengolahan ini diharapkan dapat membuka peluang pemanfaatan limbah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Dengan demikian, sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat menjadi bahan baku produk yang memiliki kegunaan dan nilai tambah. Pendekatan tersebut juga mendorong masyarakat untuk melihat pengelolaan sampah sebagai peluang pemberdayaan, bukan semata-mata persoalan kebersihan lingkungan.
Mulya menambahkan, inisiatif bersama Bank Sampah Bougenville ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Melalui program tersebut, Alfamidi berupaya mengambil peran dalam menjaga kebersihan lingkungan di sekitar gerai sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kolaborasi ini juga diharapkan menjadi contoh penerapan pengelolaan sampah yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pelaku usaha hingga komunitas masyarakat. Keterlibatan tersebut dinilai penting agar upaya menjaga lingkungan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Selain mengurangi potensi sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, pemilahan sejak awal juga membantu mempermudah proses pengolahan sesuai karakteristik masing-masing jenis sampah.
Ke depan, kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Balikpapan untuk membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah. Masyarakat juga didorong memahami bahwa sampah organik maupun anorganik memiliki potensi untuk diolah kembali apabila ditangani dengan tepat.
Melalui sinergi Alfamidi dan Bank Sampah Bougenville, pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan manfaat ekonomi bagi warga. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan dan pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab. (**)












