Borneonusantara.com, KUTAI KARTANEGARA – Kesadaran pengendara menjadi salah satu perhatian Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam upaya meningkatkan keselamatan berlalu lintas.
Kepala Dishub Kukar Ahmad Junaidi menilai, pelanggaran lalu lintas tidak hanya perlu ditangani melalui razia, tetapi juga harus dicegah dengan membangun pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menaati aturan sejak dini.
Karena itu, Dishub Kukar menjalankan sejumlah program edukasi yang menyasar anak-anak hingga pelajar sekolah menengah atas (SMA).
“Pelanggaran itu kan terutama lebih disebabkan dari faktor manusianya, kesadarannya. Kami di samping kegiatan razia bersama teman-teman Polres, juga mengadakan kegiatan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Untuk anak-anak, Dishub memiliki Program Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD). Kegiatan tersebut disosialisasikan ke kecamatan-kecamatan dan turut dikemas melalui perlombaan senam bertema keselamatan lalu lintas.
“Program itu diharapkan dapat memperkenalkan aturan dan perilaku berlalu lintas kepada anak-anak dengan cara yang mudah dipahami,” ungkapnya.
Sementara itu untuk jenjang SMA, Dishub Kukar menyelenggarakan pemilihan Pelajar Pelopor. Program ini dilaksanakan dengan menjangkau pelajar di 20 kecamatan di Kukar.
Melalui program itu, Dishub berupaya menemukan figur pelajar yang dapat menjadi contoh sekaligus menyebarkan pesan keselamatan berlalu lintas kepada lingkungan sekitarnya.
“Saya berharap para pelajar yang terpilih tidak hanya memahami pentingnya keselamatan di jalan, tetapi juga mampu mengajak masyarakat untuk menerapkan perilaku berkendara yang lebih tertib,” tuturnya.
Menurutnya, upaya membangun kesadaran harus berjalan beriringan dengan penegakan aturan. Dengan demikian, kepatuhan masyarakat tidak semata-mata muncul karena adanya pemeriksaan petugas, melainkan tumbuh dari pemahaman mengenai risiko pelanggaran.
Ia juga mengingatkan pentingnya penggunaan helm, kepemilikan surat izin mengemudi (SIM), kelengkapan surat tanda nomor kendaraan (STNK), serta kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas.
“Dengan edukasi yang menyasar berbagai kelompok usia, Dishub Kukar berharap budaya tertib berlalu lintas dapat tumbuh secara berkelanjutan dan mendukung keselamatan seluruh pengguna jalan,” pungkasnya. (ADV)












