BALIKPAPAN, – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Balikpapan, Noval Asfihani, BBA, menilai pelaksanaan Mahligai Nusantara 2026 menjadi momentum penting untuk memperluas jaringan dan memperkenalkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Balikpapan ke pasar yang lebih luas.
Hal itu disampaikan Noval saat menghadiri opening ceremony Mahligai Nusantara 2026 di Gedung Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome Balikpapan, Sabtu (12/9/2026).
Menurut Noval, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperluas networking sekaligus meningkatkan pengenalan terhadap produk-produk lokal.
“Intinya kegiatan Mahligai ini cukup baik, karena di momen ini banyak orang yang bisa lebih mengenal UMKM di Balikpapan. Artinya, networking UMKM kita juga menjadi lebih luas,” ujar Noval.
Ia berharap kesempatan tersebut tidak berhenti pada kegiatan pameran semata. Menurutnya, semakin luas produk UMKM dikenal, semakin besar pula peluang untuk memperluas pasar, bahkan hingga ke tingkat global.
“Harapannya semoga produk-produk yang dihasilkan lebih dikenal lagi sampai ke pasar global,” katanya.
Disinggung mengenai target peningkatan omzet UMKM melalui kegiatan tersebut, Noval mengatakan sulit menentukan angka secara pasti. Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya peningkatan penjualan yang signifikan, termasuk hingga 50 persen.
“Kalau persentase sih susah ngomong. Tapi kalau misalnya 50 persen, nggak ada yang nggak mungkin,” ungkapnya.
Noval menegaskan, kunci utama bagi UMKM untuk meningkatkan pasar adalah membangun pengenalan terhadap produk. Ketika produk sudah dikenal masyarakat, menurut dia, peluang pasar akan tumbuh dengan sendirinya.
“Ujung-ujungnya kembali lagi, produknya harus benar-benar dikenal. Kalau produknya sudah dikenal, saya yakin pasarnya pasti akan naik. Kalau tidak dikenal, pasarnya tidak mungkin ada,” tegasnya.
Karena itu, Noval menilai penguatan jejaring menjadi bagian penting dalam pengembangan UMKM. Dengan semakin banyak pihak yang mengenal produk lokal Balikpapan, peluang terjadinya transaksi, kerja sama bisnis, hingga penetrasi pasar yang lebih luas juga semakin terbuka.
Mahligai Nusantara 2026 diharapkan menjadi salah satu wadah yang mampu mempertemukan pelaku UMKM dengan masyarakat, calon konsumen, maupun jejaring usaha lainnya, sehingga produk lokal Balikpapan semakin dikenal dan memiliki daya saing lebih luas. (ydar)











