PHI Perkuat Pencegahan dan Penanganan Karhutla di Wilayah Operasi Kalimantan

Nusantara14 Views

BALIKPAPAN – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melalui anak perusahaan dan afiliasinya di Regional 3 Kalimantan terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Upaya tersebut dilakukan melalui pengerahan tim pemadam, penyediaan peralatan pemadaman, pemantauan titik api, edukasi masyarakat, serta penguatan koordinasi bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan dan pemangku kepentingan lainnya.

Direktur Utama PHI Muharram Jaya Panguriseng mengatakan, penanganan karhutla menjadi perhatian perusahaan untuk memastikan keselamatan masyarakat, pekerja, fasilitas operasi, sekaligus menjaga lingkungan.

“Upaya dan prioritas perusahaan dalam menghadapi karhutla ini semata-mata untuk memastikan perlindungan bagi pekerja, fasilitas, masyarakat, dan lingkungan,” kata Muharram dalam keterangan tertulis, Rabu (26/8/2026).

Sejumlah tim di wilayah operasi PHI juga telah diterjunkan untuk membantu pengendalian kebakaran. PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), melalui Emergency Intervention Team (EIT) South Processing Station (SPS), bersama Damkar Samboja berhasil memadamkan titik api yang berada sekitar 100 meter di sebelah barat fasilitas operasi Lapangan Senipah, Peciko, dan South Mahakam.

Penanganan serupa dilakukan PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) bersama relawan dan Dinas Kehutanan di wilayah Muara Badak, Kutai Kartanegara, sekitar area migas Nilam Field. Tim mengerahkan fire truck advancer dan vacuum truck berkapasitas 15 ribu hingga 24 ribu liter air untuk mengendalikan rambatan api.

Sementara itu, PT Pertamina EP (PEP) Bunyu turut membantu pemadaman titik api di Jalan Lingkar Bunyu, Kalimantan Utara. Lokasi tersebut berjarak sekitar 14,1 kilometer dari area operasi perusahaan dan ditangani melalui kolaborasi Tim Fire PEP Bunyu bersama Damkar Kalimantan Utara.

Selain pemadaman, PHI memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat. Tim Community Based Security PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) melakukan sosialisasi bahaya karhutla dan pelibatan masyarakat di Kelurahan Lawe-Lawe pada 19–23 Agustus 2026.

Upaya preventif juga dilakukan PEP Tarakan melalui sosialisasi bahaya karhutla kepada relawan penanganan bencana bersama BPBD Provinsi Kalimantan Utara dan BPBD Kota Tarakan di Kecamatan Tarakan Timur.

Manager Communication Relations & CID PHI Dony Indrawan mengatakan, penanganan karhutla tidak cukup hanya melalui pemadaman. Menurutnya, pencegahan dan pengendalian harus dilakukan secara berkelanjutan agar kebakaran tidak kembali meluas.

“Cuaca panas, dengan suhu yang mencapai 34–36 derajat Celsius pada siang hari, meningkatkan risiko kekeringan vegetasi dan rambatan api terutama di kawasan bergambut,” jelas Dony.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi personel di lapangan. Api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan kembali muncul apabila proses pembasahan serta pendinginan belum dilakukan secara menyeluruh.

Karena itu, PHI terus mengedepankan kolaborasi dengan pemerintah, aparat keamanan, pemadam kebakaran, relawan dan masyarakat dalam setiap upaya penanganan karhutla.

“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang terus bekerja di lapangan. Mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, pemadam kebakaran, relawan, hingga masyarakat. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memastikan keselamatan pekerja dan masyarakat sekaligus melindungi lingkungan,” pungkas Dony.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *