Borneonusantara.com – PT United Tractors Tbk (UNTR), anak usaha PT Astra International Tbk yang bergerak di sektor alat berat dan pertambangan, baru saja menyita perhatian pasar dengan pengumuman pembagian dividen tunai senilai total Rp7,8 triliun. Keputusan ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada pertengahan April 2025.
Mengacu pada laporan keuangan tahunan 2024, UNTR mencatatkan laba bersih sebesar Rp18,9 triliun, mengalami sedikit koreksi dibanding tahun sebelumnya. Namun demikian, manajemen tetap berkomitmen untuk menjaga imbal hasil bagi pemegang saham, dengan membagikan dividen final sebesar Rp651 per saham. Jika digabungkan dengan dividen interim yang telah dibayarkan sebesar Rp646 per saham, total dividen tahun buku 2024 mencapai Rp1.297 per saham.
Direktur Keuangan UNTR, Iman Nurwahyu, menjelaskan dalam konferensi pers usai RUPST, “Kami percaya menjaga konsistensi dalam pembagian dividen adalah bagian dari upaya kami menjaga kepercayaan investor, di tengah volatilitas ekonomi global dan dinamika sektor tambang.”
Dalam kondisi pasar yang penuh gejolak dan banyak emiten menahan pembagian dividen, langkah UNTR dianggap sebagai sinyal kuat bahwa fundamental perusahaan tetap solid. Rasio pembagian dividen tahun ini bahkan mencapai hampir 41% dari total laba bersih, sebuah angka yang cukup konservatif namun tetap menarik.
Beberapa analis pasar menyambut keputusan ini secara positif. Menurut riset dari Mandiri Sekuritas, “Dividen UNTR tetap menjadi salah satu yang paling stabil dan menarik di sektor alat berat dan energi, terutama di tengah ketidakpastian harga komoditas dan transisi energi.”
Hal ini menjadikan UNTR tetap dilirik oleh investor jangka panjang yang mengincar dividen yield tinggi dan valuasi yang menarik. Saat artikel ini ditulis, saham UNTR diperdagangkan di kisaran Rp24.000 per lembar, yang berarti dividend yield mencapai sekitar 5,4%—di atas rata-rata pasar.
Jadwal Pembayaran Dividen dan Catatan Penting untuk Investor
Dividen final ini akan dibayarkan pada Mei 2025, dengan cum date dan ex date di pasar reguler dan negosiasi sudah ditentukan melalui Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Investor yang tercatat sebagai pemegang saham per tanggal recording date akan secara otomatis menerima pembagian tunai tersebut ke rekening efek masing-masing.
Mengacu pada pengumuman resmi UNTR dan data dari Bursa Efek Indonesia, berikut jadwal pembagian dividen yang wajib dicatat investor:
- Cum date pasar reguler dan negosiasi: 30 April 2025
- Ex date pasar reguler dan negosiasi: 2 Mei 2025
- Cum date pasar tunai: 5 Mei 2025
- Ex date pasar tunai: 6 Mei 2025
- Tanggal pencatatan (recording date): 5 Mei 2025
- Tanggal pembayaran dividen: 15 Mei 2025
Bagi investor ritel, informasi ini menjadi penting untuk menyusun strategi beli-jual jelang tanggal-tanggal penting tersebut. Banyak investor jangka pendek (dividend hunter) memanfaatkan momen ini untuk memperoleh capital gain dari pergerakan harga jelang cum date.
Meski sektor tambang menghadapi tantangan dari penurunan permintaan batu bara dan dorongan global ke arah energi hijau, UNTR menunjukkan kemampuan adaptasi yang baik. Selain dividen, UNTR juga sedang memperluas portofolio bisnisnya ke sektor energi terbarukan dan kendaraan listrik, langkah strategis yang menunjukkan visi jangka panjang.
Untuk investor yang mencari kestabilan di tengah ketidakpastian ekonomi, saham UNTR dengan rekam jejak dividen yang solid dan manajemen yang terbuka bisa menjadi opsi menarik untuk dikoleksi.












