Daftar Terbaru Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan, Kenali Apa Saja!

BPJS Enggak Cover Semua? Ini Daftar Penyakit yang Bikin Kamu Harus Bayar Sendiri!

Uncategorized235 Views

Borneonusantara.com – Datang ke faskes dengan harapan ditangani penuh oleh BPJS, tapi pulang-pulang malah dapat tagihan? Jangan buru-buru salahkan petugas, bisa jadi penyakit atau layananmu memang masuk kategori tidak ditanggung.

Yup, BPJS memang bukan “semua bisa”, karena ada batasan yang diatur pemerintah.

Masih banyak masyarakat yang belum paham soal ini, dan akibatnya bisa bikin kantong jebol. Daripada menyesal, lebih baik kenali dari sekarang, apa saja penyakit dan layanan medis yang tidak masuk cakupan BPJS Kesehatan?

Ini Dia Daftar Penyakit dan Layanan Medis yang Harus Kamu Tanggung Sendiri

Update per 2025 dari regulasi BPJS Kesehatan menunjukkan ada sejumlah kondisi dan tindakan medis yang tidak masuk dalam jaminan kesehatan nasional. Berikut beberapa di antaranya yang sering bikin masyarakat keliru:

1. Penyakit akibat wabah, bencana alam, atau pandemi. Kalau kamu kena penyakit yang terjadi akibat kejadian luar biasa seperti pandemi COVID-19 atau bencana alam, biaya perawatannya bisa jadi tidak ditanggung BPJS, karena masuk dalam skema tanggap darurat pemerintah atau skema lainnya.

2. Penyakit akibat tindak pidana seperti penganiayaan, kekerasan seksual, atau kecelakaan karena perkelahian juga tidak ditanggung. Dalam kasus seperti ini, penanganan hukum bisa lebih dominan daripada penjaminan kesehatan.

3. Penyakit atau cedera akibat usaha bunuh diri atau menyakiti diri sendiri. Ini juga dikecualikan karena masuk kategori tindakan yang disengaja, bukan kecelakaan atau penyakit alami.

4. Ketergantungan alkohol atau obat-obatan terlarang masuk dalam kategori penyakit yang timbul karena pilihan gaya hidup berisiko, sehingga BPJS tidak menanggung biayanya.

5. Perawatan estetika dan kecantikan seperti filler, suntik putih, tanam benang, bahkan operasi plastik untuk penampilan (kecuali rekonstruksi karena kecelakaan atau medis tertentu) tidak ditanggung.

6. Layanan gigi non-medis seperti pasang behel karena ingin terlihat keren, veneer, atau pencabutan gigi untuk alasan estetika juga kamu harus bayar sendiri.

7. Pengobatan mandul atau infertilitas masih jadi layanan eksklusif non-BPJS, meski banyak pasangan berharap layanan ini bisa masuk dalam jaminan.

8. Pelayanan kesehatan di luar negeri, meski kamu berobat ke negara tetangga yang katanya lebih cepat dan nyaman, tetap tidak ditanggung. BPJS hanya berlaku di dalam negeri.

9. Percobaan atau eksperimen medis, termasuk penggunaan obat atau terapi yang belum lulus uji klinis, juga tidak masuk jaminan BPJS.

10. Pengobatan alternatif atau tradisional seperti akupuntur, bekam, herbal, atau terapi energi spiritual yang belum diakui secara medis, meski populer, tetap tidak bisa diklaim lewat BPJS.

Kenapa BPJS Tidak Menanggung Semua?

Menurut juru bicara resmi BPJS Kesehatan, “Prinsip jaminan kesehatan adalah keadilan sosial dan layanan dasar yang bisa diakses seluruh lapisan masyarakat. Maka, layanan non-medis atau pilihan pribadi tidak termasuk dalam cakupan.”

Dengan kata lain, BPJS adalah bentuk perlindungan minimal yang ditujukan untuk menjaga akses kesehatan dasar dan bukan untuk semua hal yang bersifat personal, eksperimen, atau gaya hidup.

Kalau kamu merasa butuh perlindungan ekstra, pertimbangkan untuk mengombinasikan BPJS dengan asuransi swasta. Jadi, layanan non-BPJS seperti estetika atau pengobatan alternatif bisa tetap diakses tanpa bikin rekening kering.

BPJS Kesehatan memang sangat membantu, tapi kita juga harus cerdas sebagai pengguna. Jangan sampai mengira semua bisa ditanggung lalu kecewa saat di rumah sakit.

Pahami dari awal mana yang ditanggung, mana yang tidak, agar kamu bisa merencanakan biaya kesehatan dengan matang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *