Makan Pedas Bisa Bikin Panas Dalam? Ternyata Begini Mekanismenya!

Benarkah Makanan Pedas Sebabkan Panas Dalam? Ini Penjelasan dan Cara Menghindarinya

Lifestyle263 Views

Borneonusantara.com – Lidah terbakar, bibir bergetar, keringat mengucur deras, tapi rasanya nagih! Sambal seolah punya sihir yang bikin mulut menderita tapi hati bahagia. Tapi, setelah pesta pedas berakhir, datanglah masa penyesalan: tenggorokan perih, bibir pecah-pecah, dan kadang sariawan. Banyak yang langsung menyalahkan, “Ini pasti gara-gara makan pedas semalam!”

Fenomena ini begitu akrab di kehidupan masyarakat Indonesia. Makan enggak pedas, katanya kurang greget. Tapi makan pedas terus, tenggorokan bisa demo. Lalu, muncul pertanyaan abadi: benarkah makanan pedas penyebab panas dalam? Atau ini cuma stigma lama yang belum diperiksa secara ilmiah?

Yuk, kita bedah tuntas dengan gaya santai tapi penuh nutrisi informasi.

Istilah “panas dalam” sejatinya tidak dikenal dalam dunia medis secara resmi. Tapi masyarakat menggunakan istilah ini untuk menggambarkan kondisi seperti tenggorokan sakit, bibir pecah-pecah, mulut kering, dan sariawan. Dalam dunia kesehatan, gejala ini bisa merujuk ke pharyngitis ringan, dehidrasi, atau kondisi kekurangan vitamin C dan B kompleks.

Menurut dr. Reisa Broto Asmoro, “Panas dalam itu bukan diagnosis medis, tapi istilah umum yang merujuk pada gejala-gejala ringan akibat ketidakseimbangan dalam tubuh.” Nah, sekarang kita tahu bahwa istilah ini lebih ke persepsi dan pengalaman tubuh.

Apa Hubungannya Makanan Pedas dengan Panas Dalam?

Jawabannya: bisa iya, bisa tidak. Tergantung konteks dan kondisi tubuh masing-masing.

Makanan pedas mengandung senyawa bernama capsaicin. Zat inilah yang menimbulkan sensasi panas dan terbakar di lidah dan mulut. Capsaicin juga merangsang aliran darah dan bisa mempercepat metabolisme. Tapi efeknya pada tubuh berbeda-beda. Di beberapa orang, capsaicin dapat menyebabkan iritasi ringan pada selaput lendir, terutama jika dimakan berlebihan.

Nah, iritasi ini bisa memperparah kondisi tenggorokan atau menyebabkan sariawan yang sudah ada menjadi lebih menyakitkan. Apalagi kalau kamu makan pedas dalam kondisi kurang minum air putih, atau sistem imun sedang turun.

Dokter spesialis THT dr. Aditya Wahyu Putranto, Sp.THT-KL, mengatakan, “Makanan pedas tidak secara langsung menyebabkan panas dalam, namun jika dikonsumsi berlebihan dan dalam waktu lama, bisa menimbulkan iritasi pada saluran pencernaan atas seperti tenggorokan dan mulut.”

Jadi, bukan salah si sambal sepenuhnya, tapi cara kita menikmatinya yang mungkin perlu direvisi.

Tips Aman Makan Pedas Tanpa Takut “Kepanasan”

Makanan pedas bukan musuh. Bahkan dalam dosis tepat, pedas bisa memberikan manfaat seperti meningkatkan nafsu makan, membantu pencernaan, hingga memperbaiki mood. Tapi, agar tidak menimbulkan panas dalam, pastikan kamu mengimbanginya dengan minum air putih yang cukup, konsumsi buah tinggi vitamin C seperti jeruk atau pepaya, dan hindari makan pedas saat perut kosong.

Selain itu, dengarkan tubuhmu. Jika mulai muncul gejala seperti tenggorokan sakit setelah makan pedas, mungkin saatnya mengurangi level pedasnya, bukan level kehidupanmu.

Makanan pedas tidak secara langsung menyebabkan panas dalam, tapi bisa memperparah gejala-gejala tertentu jika dikonsumsi berlebihan dan tanpa kontrol. Capsaicin bukan penjahat, tapi kalau dijadikan sahabat yang overstay, ya bisa bikin repot juga.

Kunci utamanya adalah seimbang. Makan pedas boleh, tapi imbangi dengan hidrasi, buah, dan pola makan sehat lainnya. Jangan sampai gara-gara satu piring mi pedas level 5, kamu harus stok obat sariawan seminggu penuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *