Balikpapan, – Kinerja Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mendapat sorotan tajam dari Wakil ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono. Ada dua poin utama yang menjadi sorotan dirinya yakni kualitas air yang didistribusikan ke pelanggan dan integritas manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) di tubuh PTMB atau lebh dikenal Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Balikpapan.
Budiono menjelaskan pada media ini, adanya proses rekrutmen karyawan di tubuh PTMB yang dinilai tidak transparan hanya kroni-kroni tertentu yang masuk, tanpa menjelaskan kroni yang dimaksud oleh legislatif asal PDIP ini.
“Penerimaan karyawan diduga beberapa melalui jalur titipan. Tanpa adanya pengumuman secara terbuka. Ini kan harusnya tidak terjadi”ujar Budiono.
Sehingga lanjutnya, dengan tidak transparannya penerimaan sumber daya PTMB, diduga ada “titipan” hasil yang diperoleh kurang profesional dalam bekerja.
Hal ini dapat dilihat pula dari dewan pengawas PTMB yang saat ini sedang disoroti masyarakat karena rangkap jabatan. Terang Budiono, seharusnya Dewas tersebut bisa diisi oleh orang-orang yang profesional dalam mengawasi jalannya perusahaan.
Dewas dengan komposisi dua ASN dan satu dari pihak luar yang menurut Budiono juga disinyalir kroni dari “penguasa”, harusnya yang dari ASN bisa diisi tokoh masyarakat, akademisi atau profesional. Walaupun diakui Budiono, Dewas dari ASN tersebut tidak mendapat gaji namun memperoleh tunjangan dan uang dinas.
“Pembenahan harus segera dilakukan, manajemen diseleksi dengan baik, agar perusaan daerah ini berjalan maksimal sesuai harapan masyarakat”tegasnya.
Dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota tahun anggaran 2025 yang digelar di Ballroom Hotel Gran Senyiur, beberapa waktu lalu, disebutkan bahwa saat ini, cakupan layanan air bersih di Balikpapan mencapai sekitar 79 persen. Dan target Pemerintah Kota Balikpapan untuk mencapai 99 persen sambungan rumah (SR) air bersih di tahun 2027.
Pengamat Kebijakan Publik Kota Balikpapan Hery Sunaryo, menyampaikan harusnya dengan capaian dan target layanan tersebut permasalahan PTMB bukan selalu bertumpu pada ketersediaan air baku. Tapi bisa jadi pada menejerial internal perusahaan. Dimana kualitas dan kelancaran distribusi air yang kadang masih dikeluhkan pelanggan padahal pendapatan perusahaan cukup besar berbulannya.
“Jangan-jangan memang telah terjadi salah kelola, bukan karena sumber air baku”terang Hery menyikapi layanan air bersih di Balikpapan.(dan)



