Dinkes Kukar Perkuat Akurasi Data Pertumbuhan Balita dari Posyandu

Borneonusantara.com KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memperkuat kualitas pemantauan pertumbuhan balita melalui pembenahan pengukuran di tingkat Posyandu. Penggunaan alat antropometri standar menjadi salah satu langkah yang dilakukan agar data pertumbuhan anak yang diperoleh di lapangan lebih akurat.

Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Ismi Mufiddah mengatakan, ketepatan hasil pengukuran menjadi hal penting karena data tersebut digunakan untuk menentukan kondisi pertumbuhan dan status gizi balita.

Menurutnya, pengukuran berat dan tinggi badan tidak dapat dilakukan sembarangan. Perbedaan ukuran yang terlihat kecil dapat memengaruhi hasil penilaian terhadap kondisi seorang anak.

“Karena kalau dalam pengukuran antropometri itu, selisih senti itu signifikan untuk mengkategorikan seorang bayi balita, apakah stunting, normal atau obesitas,” kata Ismi.

Karena itu, Dinkes Kukar memastikan Posyandu memiliki instrumen pengukuran yang sesuai standar. Pengadaan alat antropometri dilakukan melalui dukungan anggaran dari APBD maupun APBN.

“Untuk pemenuhan sarana prasarana yang standar itu ada namanya alat antropometri. Itu juga kita adakan sumber dananya dari APBD dan APBN,” ujarnya.

Alat antropometri tersebut selanjutnya didistribusikan ke Posyandu sebagai fasilitas pelayanan yang menjadi salah satu titik awal pemantauan tumbuh kembang anak.

Ismi menjelaskan, ketersediaan alat standar diperlukan agar proses pengumpulan data di lapangan memiliki ukuran yang seragam. Dengan demikian, hasil pengukuran dapat menjadi dasar yang lebih kuat ketika petugas menentukan kondisi pertumbuhan balita maupun kebutuhan tindak lanjut.

“Jadi alat ukur ini merupakan alat ukur standar yang memang harus ada dan dibagikan ke Posyandu-Posyandu,” jelasnya.

Menurut Ismi, upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam mendeteksi persoalan pertumbuhan anak sejak dini. Data yang diperoleh melalui pengukuran di Posyandu nantinya dapat digunakan untuk menentukan langkah intervensi sesuai kondisi masing-masing balita.

Ia menegaskan, penanganan persoalan pertumbuhan anak tidak hanya dilakukan ketika seorang balita sudah teridentifikasi mengalami masalah. Akurasi pengukuran sejak awal juga menjadi bagian penting agar kondisi anak dapat diketahui berdasarkan data yang tepat.

“Kita juga butuh supaya pengukuran bagi balita kita itu akurat. Jadi kalau dibilang stunting ya memang sesuai standar,” pungkasnya. (ADV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *