Borneonusantara.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan kesiapan penawaran proyek investasi yang lebih matang pada Mahakam Investment Forum tahun depan. Langkah ini dilakukan setelah pemerintah daerah memanfaatkan forum 2026 untuk mempelajari cara daerah lain mempresentasikan proyek kepada calon investor.
Hal itu disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Sekda) Kukar, Muhammad Iriyanto. Ia mengatakan, partisipasi Kukar 2026 lebih diarahkan pada pengamatan, dan diskusi mengenai penyusunan proyek yang siap ditawarkan.
Menurutnya, forum tersebut menjadi kesempatan untuk mempelajari bagaimana daerah yang telah memiliki proyek matang melakukan komunikasi langsung dengan investor, termasuk menjelaskan potensi dan kelayakan investasi yang ditawarkan.
“Kali ini kita berpartisipasi untuk melihat sekaligus berdiskusi dengan kawan-kawan dari daerah lain yang sudah sukses menyampaikan Investment Project Ready to Offer (IPRO)-nya secara sempurna,” ujarnya.
Iryanto menjelaskan, dalam forum investasi, daerah yang telah siap dapat melakukan pendekatan secara langsung dengan calon investor. Pola komunikasi tersebut memungkinkan kedua pihak membahas peluang kerja sama secara lebih terarah berdasarkan proyek yang tersedia.
“Kukar ingin memanfaatkan kesempatan serupa pada tahun depan. Karena itu, pemerintah daerah sedang mematangkan sejumlah proyek agar penawarannya tidak berhenti pada penyampaian gagasan, tetapi disertai data yang bisa dipelajari calon investor,” jelasnya.
Tiga proyek yang disiapkan ialah pengelolaan pasir kuarsa, pengelolaan rumput laut, dan revitalisasi kawasan wisata Pulau Kumala. Ketiganya diarahkan menjadi bagian dari portofolio IPRO daerah.
Lanjutnya, kesiapan proyek akan menentukan efektivitas promosi investasi. Investor diharapkan dapat memperoleh informasi secara lengkap sejak awal sehingga pembahasan dapat berlanjut pada potensi kerja sama, bukan hanya permintaan penjelasan dasar mengenai proyek.
“Upaya ini sejalan dengan dorongan pemerintah provinsi untuk memperkuat iklim investasi melalui kemudahan dan insentif bagi pelaku usaha,” tuturnya.
Namun, Kukar masih perlu menyelesaikan sejumlah persyaratan sebelum bisa menawarkan proyek secara optimal. Pemerintah daerah berharap proses pematangan berjalan lebih cepat sehingga partisipasi pada forum tahun depan dapat diarahkan pada promosi dan penjajakan kerja sama secara langsung.
“Dengan persiapan yang lebih terarah, Kukar berupaya meningkatkan peluang agar potensi daerah dapat menarik minat investor dan berkembang menjadi kegiatan investasi yang nyata,” tuturnya. (ADV)











