Bupati Aulia Dorong HI-Maya Jadi Pintu UMKM Kukar Tembus Pasar Lebih Luas

Borneonusantara.com, SAMARINDA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri mendorong pengembangan aplikasi HI-Maya agar menjadi wadah pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal ke pasar yang lebih luas.

Aplikasi yang lahir dari kreativitas pemuda Kukar itu dikembangkan dari sistem kasir menjadi platform perdagangan elektronik atau e-commerce.

Aulia mengatakan, HI-Maya merupakan hasil karya anak muda Kukar yang memiliki potensi untuk memperkuat pemasaran produk lokal sekaligus menunjukkan kemampuan sumber daya manusia daerah dalam menciptakan inovasi berbasis teknologi.

Menurutnya, aplikasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alat transaksi bagi pelaku usaha, tetapi juga dirancang menjadi penghubung bagi UMKM di Kukar untuk memperkenalkan produk mereka kepada konsumen yang lebih luas.

“Ini kita kembangkan menjadi sebuah e-commerce yang menjadi hub untuk seluruh UMKM yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara agar bisa memasarkan produk mereka,” ujar Aulia saat menghadiri Rakerda Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) di Ballroom Hotel Midtown Samarinda, Jumat 9 Oktober 2026.

Ia menilai, pengembangan HI-Maya menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan jangkauan pemasaran. Melalui platform digital tersebut, produk-produk lokal diharapkan mampu menunjukkan kualitas dan daya saing di tengah persaingan pasar yang semakin terbuka.

Aulia juga menekankan pentingnya memberikan ruang bagi inovasi yang lahir dari masyarakat lokal. Ia ingin HI-Maya menjadi bukti bahwa anak daerah mampu menghasilkan teknologi yang dapat bersaing dengan produk serupa yang telah lebih dahulu digunakan pelaku usaha.

Ia menungkapkan, HI-Maya memiliki basis sistem kasir yang sejenis dengan aplikasi seperti Majoo dan Moka, sebelum dikembangkan untuk mendukung pemasaran produk UMKM.

“Ini murni hasil karya anak Kaltim, hasil karya anak Kukar,” tegasnya.

Dengan demikian, ia berharap pengembangan aplikasi tersebut mendapat dukungan bersama, termasuk dari Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI), agar Maya dapat tumbuh dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar inovasi yang berawal dari Kukar itu tidak hanya dimanfaatkan oleh pelaku usaha setempat, tetapi juga berpeluang berkembang di tingkat nasional hingga internasional.

“HIPPI bisa menjadi tonggak sejarah untuk HI-Maya ini bisa mendunia, dari Kaltim untuk Indonesia,” pungkasnya. (ADV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *