Aulia Minta Keselamatan Anak dan Keluarga Jadi Prioritas Cegah Kebakaran

Borneonusantara.com, Kutai Kartanegara – Keselamatan penghuni rumah perlu menjadi perhatian utama dalam upaya mencegah kebakaran, terutama dengan memastikan instalasi listrik dan peralatan rumah tangga dalam kondisi aman.

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi bahaya di lingkungan tempat tinggal.

Imbauan ini disampaikan setelah kebakaran di Kelurahan Loa Ipuh, Tenggarong, pada Selasa (13/10/2026) yang merenggut nyawa dua anak berusia 7 dan 3 tahun.

Aulia menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Ia berharap kejadian tersebut mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan anggota keluarga sekaligus melakukan pencegahan sebelum kebakaran terjadi.

Menurutnya, risiko kebakaran dapat ditekan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Pemeriksaan terhadap sumber api dan penggunaan listrik di rumah menjadi salah satu langkah yang perlu diperhatikan setiap hari.

Masyarakat diingatkan untuk memastikan kompor sudah padam sebelum beristirahat, mematikan peralatan elektronik yang tidak diperlukan, serta mencabut steker dari stopkontak apabila tidak digunakan.

Warga juga diminta memperhatikan kondisi instalasi listrik dan memutus aliran listrik ketika meninggalkan rumah dalam waktu lama, sepanjang aman dilakukan.

“Memang tidak ada yang tahu kapan musibah terjadi, tetapi kita bisa melakukan mitigasi untuk mencegah kejadian serupa,” ujarnya.

Ia menilai, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran tidak cukup hanya dilakukan setelah terjadi musibah. Kesadaran menjaga keamanan rumah perlu dibangun sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari agar risiko yang mengancam keselamatan jiwa dapat diminimalkan.

Di sisi lain, Pemkab Kukar juga memperhatikan kondisi warga yang terdampak kebakaran di Loa Ipuh. Penanganan pascakejadian menjadi perhatian pemerintah daerah agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitasnya.

Aulia mengatakan, koordinasi dengan petugas di lapangan telah dilakukan untuk memastikan kebutuhan warga mendapat perhatian. Salah satu hal yang menjadi prioritas ialah keberlangsungan pendidikan anak-anak yang terdampak peristiwa tersebut.

“Kami sudah berkoordinasi dengan teman-teman di lapangan. Untuk jangka pendek, aktivitas masyarakat jangan sampai terganggu dan kebutuhan sekolah anak-anak juga akan kita bantu,” katanya.

Lebih jauh, penanganan dampak kebakaran perlu berjalan beriringan dengan upaya pencegahan. Selain membantu warga yang mengalami musibah, langkah antisipasi juga penting agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan korban.

Ia berharap masyarakat semakin memperhatikan keamanan lingkungan tempat tinggal, khususnya dalam penggunaan listrik dan peralatan yang berpotensi memicu api.

“Kebiasaan memeriksa kondisi rumah sebelum tidur maupun bepergian diharapkan dapat menjadi langkah awal melindungi keluarga dari risiko kebakaran,” tutupnya. (ADV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *