Sunggono Minta Konsep Peringatan Merah Putih Sanga-Sanga ke-80 Diperbarui

Borneonusantara.com, KUTAI KARTANEGARA – Peringatan Peristiwa Merah Putih ke-80 di Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga mampu menghadirkan kegiatan yang lebih menarik dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono menilai, rancangan kegiatan yang disiapkan pihak Kecamatan Sanga-Sanga masih perlu dikembangkan. Pembaruan konsep diperlukan agar peringatan pada 27 Januari 2027 mendatang memiliki nilai tambah, baik dalam pelestarian sejarah maupun keterlibatan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Sunggono setelah pembahasan awal persiapan peringatan Peristiwa Merah Putih ke-80, Selasa (20/10/2026).

Menurutnya, rancangan yang dipaparkan pihak kecamatan masih mengacu pada pola kegiatan yang biasa dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, panitia diharapkan dapat menggali gagasan baru yang sesuai dengan karakter Sanga-Sanga dan semangat perjuangan yang diperingati.

“Kalau saya lihat dari pemaparan pihak kecamatan, sudah ada rancangan kegiatan yang disampaikan, seperti yang biasanya mereka serahkan pada tahun-tahun sebelumnya,” ujar Sunggono.

Ia menekankan, inovasi menjadi salah satu hal penting agar peringatan tersebut tidak hanya berulang sebagai agenda rutin. Kegiatan perlu dirancang supaya masyarakat dapat merasakan manfaatnya sekaligus memahami nilai sejarah yang terkandung dalam peristiwa tersebut.

Salah satu peluang yang dapat dikembangkan ialah melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal dalam rangkaian kegiatan. Pelibatan tersebut berpotensi membuka ruang promosi produk sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat selama peringatan berlangsung.

Selain itu, penguatan edukasi sejarah juga dinilai penting, terutama bagi kalangan pelajar dan generasi muda. Melalui kegiatan yang lebih kreatif, nilai keberanian, pengorbanan, persatuan, dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan diharapkan dapat dipahami secara lebih dekat oleh generasi penerus.

Peristiwa Merah Putih Sanga-Sanga merupakan bagian dari sejarah perjuangan rakyat Kalimantan Timur dalam melawan pasukan Belanda pada 1947. Peringatan setiap 27 Januari menjadi momentum untuk mengenang perjuangan tersebut sekaligus menjaga nilai-nilai sejarah agar tetap hidup di tengah masyarakat.

Sunggono berharap panitia bersama jajaran Kecamatan Sanga-Sanga dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dapat mematangkan gagasan kegiatan sehingga peringatan ke-80 mampu menghadirkan penyelenggaraan yang lebih bermakna.

“Dengan konsep yang lebih inovatif, peringatan Peristiwa Merah Putih diharapkan tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada para pejuang, tetapi juga memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga warisan sejarah daerah,” tandasnya. (ADV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *